Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

  • Sabtu, 06 November 2010
  • sanjayatrade
  • DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS NEGERI XXXX
    PROGRAM PASCASARJANA


    RANCANGAN TESIS

    Diajukan oleh :

    Nama : XXXX
    NIM : XXXX
    Program Studi : Pendidikan Matematika


    A. Judul
    COOPERATIVE LEARNING DAN ANALISIS SIKAP DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KENAKALAN SISWA SMK SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN SMK (STUDI KASUS SISWA JURUSAN TEKNIK BANGUNAN SMK DI XXXX)

    B. Pendahuluan
    Berdasarkan informasi dari beberapa guru SMK di Semarang mengatakan bahwa sebagian besar siswa SMK sangat sulit dikendalikan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa banyak yang bertindak sekeinginan hatinya. Kenyataan yang terjadi saat ini, ada guru yang sama sekali tidak dihiraukan oleh siswanya sendiri.
    Guru telah mencoba untuk mengatasinya, tetapi masih saja guru belum berhasil untuk memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan hasil diskusi antara guru kelas dan dosen, sampailah pada suatu intuisi bahwa pada umumnya dalam belajar, siswa menginginkan sebuah suasana yang harmonis dan menyenangkan. Tetapi permasalahan tidak berhenti pada hal itu saja. Konsep menyenangkan antara guru dan siswa SMK sangatlah berbeda dan sangat sulit untuk dapat dipertemukan kedua konsep tersebut sehingga permasalahan tersebut tetap saja berlangsung sampai dengan saat ini.
    Dengan permasalahan tersebut, yang terjadi saat ini adalah rendahnya hubungan antar personal guru dengan siswa SMK. Guru hanya mementingkan tugas mengajar tanpa mengikutsertakan tugas membimbingnya. Dan siswa pun akhirnya menjadi acuh tak acuh, sehinga proses pendidikan yang terjadi di sekolah menjadi sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adanya permasalahan tersebut dapat diduga bahwa akhirnya pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Outhred & Michelmore dalam Silberman (2001) bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari.
    Pendidikan yang diberikan selama sekolah seakan-akan menjadi sia-sia. Mereka hanya secara formalitas bersekolah hanya untuk mendapat uang saku, dan akhirnya orientasi mereka bersekolah pun menjadi lain. Sikap seperti inilah yang kemudian dilampiaskan kepada tawuran dan hal-hal negatif lain. Sudah menjadi rahasia umum bahwa siswa SMK mudah untuk melakukan tawuran. Tanpa ikatan yang kuat dari sekolah bukan hal yang mustahil jika setiap hari terjadi perkelahian di sebuah SMK.
    Untuk mengatasi permasalahan yang diuraikan tersebut perlu adanya suatu penelitian yang menerapkan suatu strategi pembelajaran tertentu yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada materi pelajaran. Selain itu juga perlu dilakukan sebuah penelitian yang mengukur sikap siswa dan guru dalam pembelajaran. Penelitian ini difokuskan kepada siswa dan guru SMK jurusan teknik bangunan.

    C. Rumusan Masalah
    Permasalahan yang telah diuraikan dalam pendahuluan dapat dirumuskan sebagai berikut.
    Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK?
    Bagaimanakah cara meningkatkan minat siswa SMK untuk belajar?
    Untuk menjawab permasalahan tersebut akan di jawab melalui penelitian dengan berdasarkan pada refleksi awal (keadaan sebelum penelitian dilakukan).
    Selanjutnya permasalahan yang ada diuraikan dalam pertanyaan sebagai berikut.
    a. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK?
    b. Metode pembelajaran yang bagaimanakah yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat siswa SMK dalam proses pembelajaran dalam kelas?
    c. Bagaimanakah hubungan guru dan siswa SMK yang seharusnya?

    D. Pemecahan Masalah
    Untuk memecahkan masalah yang telah dirumuskan akan dilakukan kegiatan sebagai berikut.
    Untuk memecahkan masalah pertama dilakukan dengan mengadakan diskusi antar pihak yang terkait di luar siswa yang bersangkutan, kemudian dirumuskan pemecahannya. Selain itu dilakukan penelitian kualitatif yang menganalisis sikap siswa dan hubungannya dengan guru di kelas.
    Untuk memecahkan masalah kedua akan digunakan strategi pembelajaran kooperatif, di mana dalam metode ini dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial.
    Untuk memecahkan masalah ketiga peneliti akan menggunakan analisis sikap guru dan siswa. Guru dan siswa diberikan angket untuk mengetahui sejauhmana sikap guru terhadap siswa dan sebaliknya sejauhmana sikap siswa terhadap guru kelasnya. Dengan analisis sikap ini nantinya akan dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

    E. Tinjauan Pustaka
    1. Pembelajaran Kooperatif
    Dalam strategi pembelajaran perlu dikembangkan suatu strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar aktif . Belajar aktif meliputi
    ...............................................................dst.

    PTK KD1

  • sanjayatrade
  • A. PENGERTIAN
    Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) semakin menjadi trend untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Awal mulanya, PTK, ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial (pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu. PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.
    Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Selain itu sebagai penelitian terapan, disamping guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tidak perlu harus meninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti.
    Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action research pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis action research, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.
    Action research termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil action research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan yang dimliki peneliti.
    Perbedaan antara penelitian formal dengan classroom action research disajikan dalam tabel berikut.
    Tabel 1. Perbedaan antara Penelitian Formal dengan Classroom Action Research
    Penelitian Formal
    Classroom Action Research
    Dilakukan oleh orang lain
    Dilakukan oleh guru/dosen
    Sampel harus representatif
    Kerepresentatifan sampel tidak diperhatikan
    Instrumen harus valid dan reliabel
    Instrumen yang valid dan reliabel tidak diperhatikan
    Menuntut penggunaan analisis statistik
    Tidak diperlukan analisis statistik yang rumit
    Mempersyaratkan hipotesis
    Tidak selalu menggunakan hipotesis
    Mengembangkan teori
    Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung
    B. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas
    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya.
    PTK di Indonesia baru dikenal pada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya. Jenis penelitian ini dapat dilakukan didalam bidang pengembangan organisasi, manejemen, kesehatan atau kedokteran, pendidikan, dan sebagainya. Di dalam bidang pendidikan penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro. Dalam skala mikro misalnya dilakukan di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata kuliah. Untuk lebih detailnya berikut ini akan dikemukan mengenai hakikat PTK.
    Menurut John Elliot bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya (Elliot, 1982). Seluruh prosesnya, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dari perkembangan profesional. Pendapat yang hampir senada dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart, yang mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta–pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut (Kemmis dan Taggart, 1988).
    Menurut Carr dan Kemmis seperti yang dikutip oleh Siswojo Hardjodipuro, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan istilah PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik ini, dan (c) situasi-situasi ( dan lembaga-lembaga ) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Harjodipuro, 1997).
    Lebih lanjut, dijelaskan oleh Harjodipuro bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional.
    Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, jelaslah bahwa dilakukannya PTK adalah dalam rangka guru bersedia untuk mengintropeksi, bercermin, merefleksi atau mengevalusi dirinya sendiri sehingga kemampuannya sebagai seorang guru/pengajar diharapkan cukup professional untuk selanjutnya, diharapkan dari peningkatan kemampuan diri tersebut dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas anak didiknya, baik dalam aspek penalaran; keterampilan, pengetahuan hubungan sosial maupun aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi anak didik untuk menjadi dewasa.
    Dengan dilaksanakannya PTK, berarti guru juga berkedudukan sebagai peneliti, yang senantiasa bersedia meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya. Upaya peningkatan kualitas tersebut diharapkan dilakukan secara sistematis, realities, dan rasional, yang disertai dengan meneliti semua “ aksinya di depan kelas sehingga gurulah yang tahu persis kekurangan-kekurangan dan kelebihannya. Apabila di dalam pelaksanaan “aksi” nya masih terdapat kekurangan, dia akan bersedia mengadakan perubahan sehingga di dalam kelas yang menjadi tanggungjawabnya tidak terjadi permasahan.
    Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar-mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Sementara itu, dilaksanakannya PTK di antaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau pangajaran yang diselenggarakan oleh guru/pengajar-peneliti itu sendiri, yang dampaknya diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang mengganjal di kelas.
    Sumber :  http://edukasi.kompasiana.com

    LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS

  • sanjayatrade
  • Rencana dan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

    Langkah-langkah dalam PTK merupakan satu daur atau siklus yang terdiri dari:

       1.merencanakan perbaikan,
       2.melaksanakan tindakan,
       3.mengamati, dan
       4.melakukan refleksi.

    Untuk merencanakan perbaikan terlebih dahulu perlu dilakukan identifikasi masalah serta analisis dan perumusan masalah. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang pembelajaran yang dikelola. Setelah masalah teridentifikasi, masalah perlu dianalisis dengan cara melakukan refleksi dan menelaah berbagai dokumen yang terkait. Dari hasil analisis, dipilih dan dirumuskan masalah yang paling mendesak dan mungkin dipecahkan oleh guru. Masalah kemudian dijabarkan secara operasional agar dapat memandu usaha perbaikan.

    Setelah masalah dijabarkan, langkah berikutnya adalah mencari/ mengembangkan cara perbaikan, yang dilakukan dengan mengkaji teori dan hasil penelitian yang relevan, berdiskusi dengan teman sejawat dan pakar, serta menggali pengalaman sendiri. Berdasarkan hasil yang dicapai dalam langkah ini, dikembangkan cara perbaikan atau tindakan yang sesuai dengan kemampuan dan komitmen guru, kemampuan siswa, sarana dan fasilitas yang tersedia, serta iklim belajar dan iklim kerja di sekolah.

    Pelaksanaan tindakan dimulai dengan mempersiapkan rencana pembelajaran dan skenario tindakan termasuk bahan pelajaran dan tugas-tugas, menyiapkan alat pendukung/sarana lain yang diperlukan, mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data, serta melakukan simulasi pelaksanaan jika diperlukan.

    Dalam melaksanakan tindakan atau perbaikan, observasi dan interpretasi dilakukan secara simultan. Aktor utama adalah guru, namun guru dapat dibantu oleh alat perekam data atau teman sejawat sebagai pengamat. Agar pelaksanaan tindakan sesuai dengan kaidah PTK, perlu diterapkan enam kriteria berikut.

    Metodologi penelitian jangan sampai mengganggu komitmen guru sebagai pengajar.

        *Pengumpulan data jangan sampai menyita waktu guru terlampau banyak.
        *Metodologi harus reliabel (handal) hingga guru dapat menerapkan strategi yang sesuai dengan situasi kelasnya.
        * Masalah yang ditangani guru harus sesuai dengan kemampuan dan komitmennya.
        *Guru harus memperhatikan berbagai aturan (etika) yang berkaitan dengan tugasnya.
        *PTK harus mendapat dukungan dari masyarakat sekolah.

    Observasi, Analisis Data, Tindak Lanjut, dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

    Pengumpulan data dalam PTK dapat dilakukan dengan berbagai teknik seperti: observasi, catatan harian, rekaman, angket, wawancara, serta analisis dokumen hasil belajar siswa.

    Tahap observasi dan interpretasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan perbaikan. Selain untuk menginterpretasikan peristiwa yang muncul sebelum direkam, interpretasi juga membantu guru melakukan penyesuaian. Observasi yang efektif berlandaskan pada lima prinsip dasar yaitu: (1) harus ada perencanaan bersama antara guru dan pengamat, (2) fokus observasi harus ditetapkan bersama, (3) guru dan pengamat harus membangun kriteria observasi bersama-sama, (4) pengamat harus memiliki keterampilan mengobservasi, dan (5) observasi akan bermanfaat jika balikan diberikan segera dan mengikuti berbagai aturan. Ada empat jenis observasi yang dapat dipilih, yaitu: observasi terbuka, observasi terfokus, observasi terstruktur, dan observasi sistematik. Observasi yang bertujuan memantau proses dan dampak perbaikan dilakukan dengan mengikuti tiga langkah yang merupakan satu siklus yang selalu berulang, yaitu: pertemuan pendahuluan (perencanaan), pelaksanaan observasi, dan diskusi balikan. Agar ketiga tahap ini berlangsung efektif, hubungan guru dan pengamat harus didasari saling mempercayai, fokus kegiatan adalah perbaikan, proses tergantung dari pengumpulan dan pemanfaatan data yang objektif, guru didorong untuk mengambil kesimpulan, setiap tahap observasi merupakan proses yang berkesinambungan, serta guru dan pengamat terlibat dalam perkembangan profesional yang saling menguntungkan.

    Selain melalui observasi, data mengenai pembelajaran dapat dikumpulkan melalui catatan/laporan harian guru, catatan harian siswa, wawancara (antara guru dan siswa, pengamat dan siswa, serta pengamat dan guru), angket, dan telaah berbagai dokumen.

    Analisis data dilakukan dengan menyeleksi dan mengelompokkan data, memaparkan atau mendeskripsikan data dalam bentuk narasi, tabel, dan/atau grafik, serta menyimpulkan dalam bentuk pernyataan. Berdasarkan hasil analisis dilakukan refleksi, yaitu renungan atau mengingat kembali apa yang sudah berhasil dikerjakan, mengapa berhasil. Berdasarkan hasil refleksi, guru melakukan perencanaan tindak lanjut, yang dapat berupa revisi dari rencana lama, atau baru sama sekali.

    Sumber Buku Penelitian Tindakan Kela karya IGAK Wardhani

    Cara Membuat Proposal PTK

  • sanjayatrade
  • Menemukan masalah pembelajaran merupakan langkah awal dalam PTK. Masalah pembelajaran sangat beragam, seperti masalah yang berkaitan strategi pembelajaran, hasil belajar siswa, sarana dan fasilitas pembelajaran, atau kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Untuk menemukan masalah, perlu dilakukan identifikasi masalah.
    1. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: melakukan refleksi untuk mendiagnosis pembelajaran yang kita kelola, melihat hasil belajar siswa, atau melakukan diskusi dengan teman sejawat, bahkan dengan kepala sekolah atau dosen LPTK.
    2. Masalah yang sudah diidentifikasi perlu dianalisis agar akar penyebab masalah dapat kita temukan. Analisis masalah dapat dilakukan paling tidak dengan tiga cara: yaitu: (1) merenungkan kembali masalah tersebut dengan melakukan introspeksi/refleksi melalui pertanyaan yang ajukan pada diri sendiri, mengapa masalah tersebut sampai terjadi: (2) bertanya kepada siswa baik melalui angket maupun wawancara langsung tentang persepsinya terhadap pembelajaran; serta (3) menelaah berbagai dokumen seperti pekerjaan rumah siswa, soal-soal ulangan, serta hasil ulangan/latihan siswa. Analisis berakhir jika akar penyebab masalah sudah ditemukan.
    3. Berdasarkan akar penyebab masalah, kita dapat merumuskan masalah pembelajaran dalam bentuk masalah/pertanyaan penelitian, yang akan dicari jawabannya dalam PTK. Sehubungan dengan itu, rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya, mengandung aspek yang akan diperbaik’ dan upaya memperbaikinya.Setelah masalah dirumuskan, hal berikut yang perlu dilakukan adalah mengembangkan tindakan perbaikan, yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pembelajaran. Untuk mengembangkan tindakan perbaikan perlu dilakukan hal-hal berikut. Pertama, kaji teori-teori yang relevan. Kemudian, tetapkan teori mana yang kira-kira sesuai diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Kedua, berdiskusi dengan pakar pembelajaran/pakar bidang studi untuk menemukan cara perbaikan atau memvalidasi teori yang sudah ditetapkan. Ketiga, kita dapat mengingat pengalaman kita sendiri dalam mengatasi masalah yang serupa.

    Bagaimana pendapat Anda tentang rangkuman tersebut?
    Apakah sudah memuat butir-butir yang Anda anggap penting?
    Bagaimana pula dengan rangkuman yang Anda buat sendiri?
    Jangan kecewa jika rangkuman itu tidak sama. Sekarang bersiaplah mengerjakan Tes Formatif 2, untuk menguji tingkat penguasaan Anda.


    Perencanaan Kegiatan
    1. Rencana Perbaikan Pembelajaran (RP) dibuat dengan menggunakan format yang hampir sama dengan format Rencana Pembelajaran (RP). Bedanya, dalam RPP terdapat tujuan perbaikan, deskripsi kegiatan lebih rinci, pertanyaan, soal, dan kunci jawaban dicantumkan secara lengkap, sedangkan dalam RP unsur-unsur tersebut tidak selalu ditulis. Format dapat disesuaikan dengan format yang berlaku di sekolah masing-masing. 
    2. Untuk membuat RPP yang akurat dan dapat diandalkan dalam pelaksanaan, perlu dilakukan langkah-langkah: (1) membuat skenario pembelajaran, (2) menyiapkan sarana dan fasilitas pembelajaran, (3) menyusun RPP secara lengkap, (4) mensimulasikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan RPP untuk melihat kelayakannya, serta (5) menyempurnakan RPP berdasarkan hasil simulasi.
    3. Prosedur dan alat pengumpul data dtentukan berdasarkan masalah dan tujuan perbaikan. Jika guru meminta teman sejawat untuk mengobservasi pelaksanaan perbaikan, lembar observasi harus disepakati terlebih dahulu. Karena data yang dikumpulkan lebih cenderung kepada data kualitatif, maka prosedur dan alat pengumpul data dapat berupa observasi dengan menggunakan lembar observasi, wawancara berdasarkan panduan wawancara, catatan guru, dan refleksi. Proposal PTK diperlukan jika guru ingin ikut perlombaan PTK atau mendapat dana untuk melaksanakan PTK yang diusulkan. Format proposal biasanya ditentukan oleh sponsor/ penyelenggara. Dari segi administratif proposal dapat bervariasi, namun dari segi substansi ke-PTK-an, pada umumnya sama. Komponen kunci sebuah proposal PTK adalah sebagai berikut.
    1. Judul.
    2. Bidang Kajian. 
    3. Pendahuluan, yang memuat latar belakang munculnya masalah serta akar penyebab masalah.
    4. Perumusan dan pemecahan masalah, yang terdiri dari: (1) perumusan masalah, (2) pemecahan masalah, (3) tujuan penelitian, dan (4) manfaat penelitian.
    5. Kajian Pustaka.
    6. Rencana dan Prosedur Penelitian.

          Di samping komponen kunci, juga terdapat komponen pendukung/komponen administratif, seperti:jadwal penelitian, personalia penelitian, biaya penelitian, dan lampiran.

    Bagaimana dengan rangkuman yang Anda buat? Apakah sudah memuat konsep-konsep esensial yang diperlukan dalam merencanakan dan membuat proposal PTK? Jika belum, Anda dapat melengkapinya. Kini tiba saatnya Anda mengerjakan Tes Formatif 2, untuk menguji tingkat penguasaan Anda.

    Modul Matematika Program Bermutu ini sekarang dapat didownload dari alamat ebook.p4tkmatematika.org

  • Kamis, 04 November 2010
  • sanjayatrade

  • Sesuai Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 berkaitan dengan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, diperlukan adanya peningkatan kualifikasi akademik dan penerapan sertifikasi guru yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu salah satu terobosan yang dilakukan Pemerintah Indonesia adalah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Belanda dan Bank Dunia menyelenggarakan program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading. Program tersebut digulirkan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan bertujuan untuk mengupayakan peningkatan kualitas dan kinerja guru melalui peningkatan penguasaan materi pembelajaran dan keterampilan mengajar di kelas.
    Agar dapat mencapai tujua di atas, maka diperlukan serangkaian kegiatan akademis bagi guru dan Kelompok Kerja Guru secara terpadu dan berkesinambungan. Salah satu diantaranya adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di forum KKG dan MGMP.
    Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika sebagai unit pelaksana teknis di lingkungan Ditjen PMPTK di bawah koordinasi Direktorat Pembinaan Diklat ikut terlibat dalam kegiatan Program BERMUTU, khususnya dalam memperkuat upaya peningkatan mutu guru berkelanjutan pada tingkat kabupaten dan sekolah.
    Sehubungan dengan itu, PPPPTK Matematika telah mengadakan kegiatan penyusunan modul suplemen modul program BERMUTU untuk mata pelajaran matematika SD sebanyak sembilan judul dan SMP sebanyak sebelas judul. Modul ini akan dimanfaatkan oleh para guru dalam kegiatan di KKG dan MGMP.
    Penyusunan modul melibatkan beberapa unsur yaitu PPPPTK Matematika, LPMP, LPTK, Guru SD dan Guru Matematika SMP. Proses penyusunan modul diawali dengan workshop yang menghasilkan kesepakatan tentang judul, penulis, penekanan isi (tema) modul, sistematika penulisan, garis besar isi atau muatan tiap bab, dan garis besar isi saran cara pemanfaatan tiap judul modul di KKG dan MGMP. Workshop dilanjutkan dengan rapat kerja teknis penulisan dan penilaian draft modul yang kemudian diakhiri rapat kerja teknis finalisasi modul dengan fokus editing dan layouting modul.
    Semoga duapuluh judul modul tersebut dapat bermanfaat optimal dalam memfasilitasi kegiatan para guru SD dan SMP di KKG dan MGMP, khususnya KKG dan MGMP yang mengikuti program BERMUTU sehingga dapat meningkatkan kinerja para guru dan kualitas pengelolaan pembelajaran matematika di SD dan SMP.
    Modul-modul tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut ini :
    Jenjang SD
    1.Pembelajaran_soal_cerita_SD Download
    2.Pemb OperasiHitung Perkalian dan Pembagian Bil Cacah di SD Download
    3.Geometri Datar dan Ruang di SD Download
    4.Strategi Pembelajaran Matematika SD Download
    5. Pembelajaran Pengukuran Luas Bangun Datar dan Volume Bangun Ruang SD Download
    6.Pengembangan Silabus dan RPP Matematika SD Download
    7.Pembelajaran Tematik Di SD Download
    8. Pembelajaran Operasi Hitung Perkalian dan Pembagaian Pecahan SD Download
    9. Pemanfaatan Alat Peraga Matematika dalam Pembelajaran SD Download
    Jenjang SMP
    10.Kapita Selekta Pembelajaran Bilangan KlsVII_IX SMP Download

    11.Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar KelasVII SMP Download

    12.Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar KelasVIII-SMP Download

    13.Kapita Selekta Pembelajaran Statistika Peluang Download

    14.Geometri Ruang SMP Download

    15. Kapita Selekta Pembelajaran Geometri Datar KelasVII SMP Download

    16.Kapita Selekta Pembelajaran Geometri Datar KelasVIII-IX SMP Download

    17.Model-Model Pembelajaran MatematikaSMP Download

    18.Teknik Pengembangan Silabus RPP Matematika SMP Download

    19.Pemanfaatan Komputer sebagaiMedia Pembelajaran Matematika SMP Download

    20.Penilaian Hasil Belajaar Matematika Yang mengacu Standar Penilaian SMP Download
    Alternatif Download Dari 4shared.com:
    Kategori Sekolah Dasar:
    1. PEMB. SOAL CERITA DI SD
    2. PEMB. OPERASIHITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BIL CACAH DI SD
    3. GEOMETRI DATAR DAN RUANG DI SD
    4. STRATEGI PEMB. MATEMATIKA SD
    5. PEMB. PENGUKURAN LUAS BGN DATAR & VOL. BGN RUANG DI SD
    6. PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP MATEMATIKA SD
    7. PEMB. TEMATIK DI SD
    8. PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG PERKALIAN & PEMBAGIAN PECAHAN SD
    9. PEMANFAATAN ALAT PERAGA MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN SD
    Kategori Sekolah Menengah Pertama:
    1. KAPITA SELEKTA PEMB. BIL. DI KLS VII DAN IX SMP
    2. KAPITA SELEKTA PEMB. ALJABAR DI KELAS VII SMP
    3. KAPITA SELEKTA PEMB. ALJABAR KELAS VIII SMP
    4. KAPITA SELEKTA PEMB. STATISTIKA & PELUANG
    5. KAPITA SELEKTA PEMB. GEOMETRI RUANG DI SMP
    6. KAPITA SELEKTA PEMB. GEOMETRI DATAR KELAS VII DI SMP
    7. KAPITA SELEKTA PEMB. GEOMETRI DATAR KELAS VIII & IX DI SMP
    8. MODEL-MODEL PEMB. MATEMATIKA SMP
    9. TEKNIK PENGEMBANGAN SILABUS & RPP MATEMATIKA SMP
    10. PEMANFAATAN KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMB. MATEMATIKA DI SMP
    11. PENILAIAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA YANG MENGACU STANDAR PENILAIAN DI SMP

    Modul Matematika Program Bermutu

  • sanjayatrade
  • Berikut ini link download kumpulan Modul Suplemen Matematika BERMUTU DEPDIKNAS yang dimampatkan dalam satu file. Untuk versi ini desain cover tidak disertakan agar file mudah didownload. Download terdiri dari 2 file, yaitu satu file untuk modul SD dan satu untuk modul SMP.
    Modul Matematika SD 2009
    Download (9 Judul/9.3 MB)
    Modul Matematika SMP 2009
    Download File Volume 1
    (6 Judul/8 MB)
    Download File Volume 2 (5 Judul/9,5 MB)
    Modul-modul untuk tiap judul dapat diunduh melalui tautan berikut :
    Jenjang SD
    1.Pembelajaran_soal_cerita_SD Download
    2.Pemb OperasiHitung Perkalian dan Pembagian Bil Cacah di SD Download
    3.Geometri Datar dan Ruang di SD Download
    4.Strategi Pembelajaran Matematika SD Download
    5. Pembelajaran Pengukuran Luas Bangun Datar dan Volume Bangun Ruang SD Download
    6.Pengembangan Silabus dan RPP Matematika SD Download
    7.Pembelajaran Tematik Di SD Download
    8. Pembelajaran Operasi Hitung Perkalian dan Pembagaian Pecahan SD Download
    9. Pemanfaatan Alat Peraga Matematika dalam Pembelajaran SD Download
    Jenjang SMP
    10.Kapita Selekta Pembelajaran Bilangan KlsVII_IX SMP Download

    11.Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar KelasVII SMP Download

    12.Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar KelasVIII-SMP Download

    13.Kapita Selekta Pembelajaran Statistika Peluang Download

    14.Geometri Ruang SMP Download

    15. Kapita Selekta Pembelajaran Geometri Datar KelasVII SMP Download

    16.Kapita Selekta Pembelajaran Geometri Datar KelasVIII-IX SMP Download

    17.Model-Model Pembelajaran MatematikaSMP Download

    18.Teknik Pengembangan Silabus RPP Matematika SMP Download

    19.Pemanfaatan Komputer sebagaiMedia Pembelajaran Matematika SMP Download

    20.Penilaian Hasil Belajaar Matematika Yang mengacu Standar Penilaian SMP Download
    Alternatif download: (Jika Anda kesulitan dengan link di atas)
    Kumpulan Modul Supplemen BERMUTU Matematika SD 2009
    Ukuran: 18 MB (9 Judul)
    Kumpulan Modul Supplemen BERMUTU Matematika SMP 2009
    Ukuran 23.6 MB (11 Judul)

    Modul Supplemen BERMUTU Matematika SMP

  • sanjayatrade
  • Daftar Link Download Modul Suplemen BERMUTU SMP 2010