Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Print On Demand VS Sistem Offsert:

  • Minggu, 29 Agustus 2010
  • sanjayatrade
  • Print On Demand adalah sebuah sistem yang bisa dikerjakan oleh Digital Printer. Seperti sudah kita ketahui bersama, bahwa sistem Digital Printing, selain diaplikasikan untuk menangani pekerjaan pembuatan banner abik outdoor maupun indoor, Digital Printer juga dapat mengerjakan pencetakan buku, majalah dan sejenisnya, seperti yang  biasa di lakukan oleh sistem cetak offset.
    Selama ini POD dianggap sebagai pesaing baru di dunia offset. Menurut merek, pasar offset lambat laun akan diambil oleh POD. Sebaliknya para produsen mesin POD mengatakan bahwa sistem POD tidak bisa menjadi pesaing offset karena pasar yang di kerjakan berbeda.
    Ada nuansa kawatir bahwa pasar akan di ambil, maka menurut para ahli cetak (printer) yang biasa melihat hasil cetakan offset, detail pada Print On Demand (POD) detilnya kurang bagus. Pendapat itu benar, kalau hanya dui lihat dari sudut hasil cetakan, memang sistem cetak offset mempunyai kemampuan manampilkan detil yang lebih bagus dibanding sistem digital printing atau POD, karena printing on demand bia dikategorikan sebagai mesin printer laser atau printer ink jet biasa, hanya ukurannya besar seperti offset.
    Dari sisi POD sendiri, berpendapat bahwa menerbitkan sendiri sebuah buku, bukan hanya kualitas cetak, tetapi juga ada hal lain, yang biasanya tidak di masukan kedalam cos-production sebuah produk, seperti bagaimana mengatur cash-flow, harus menyediakan gudang, harus ada biaya pengiriman atau distribusi dan paling penting adalah biaya marketing, yang semuanya itu sangat berpengaruh dan berkompetisi langsung dengan harga produk yang akan dicetak dengan sistem offset.
    Sistem Offsert:
  • Kualitas bagus.

  • Harga rendah untuk tiras besar, harga tinggi untuk tiras kecil.

  • Ukuran bisa fleksibel.

  • Jenis kertas bervariatif.

  • Biaya penyimpanan tinggi.

  • Biaya distribusi tinggi.

  • Investasi besar.

  • Biaya prepress tinggi. Print On Demand

  • Kualitas cukup dibanding offset.

  • Biaya flat (seragam) untuk tiras kecil maupun besar.

  • Ukuran kertas terbatas.

  • Tidak ada biaya penyimpanan.

  • Biaya distribusi kecil.

  • Investasi relatif rendah.

  • Biaya prepress rendah, dan kesalahan bisa dikoreksi segera.

  • Sumber : http://www.crystalgemilang.co.id/

    Standar International Untuk Percetakan dan Industri Media Dalam ISO

  • sanjayatrade
  • Perbedaan standar untuk teknologi yang serupa di negara atau wilayah yang berbeda dapat memberikan apa yang dinamakan “hambatan teknis perdagangan”. Industri yang berorientasi ekspor memiliki kepentingan terhadap kesepakatan standar dunia untuk membantu menyederhanakan proses perdagangan international. Inilah yang melatarbelakangi didirikannya ISO.
    Organisasi Standar International (ISO), didirikan pada 1947, merupakan federasi dunia standar nasional yang beranggotakan lebih dari 140 negara (satu standar nasional mewakili satu negara). Misi ISO adalah untuk mempromosikan pengembangan standarisasi dan kegiatan yang terkait di dunia ditinjau dari pemberian fasilitas pertukaran barang dan jasa di tingkat international dan untuk mengembangkan kerjasama dalam kegiatan di lingkungan intelektual, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kegiatan ekonomi. Kinerja ISO dituangkan dalam perjanjian international dan diterbitkan sebagai Standar International.
    Anggota – Anggota ISO
    ISO dibuat untuk anggota-anggotanya yang dibagi dalam tiga kategori :
    Anggota Tubuh
    Anggota ISO ini merupakan badan nasional “perwakilan standarisasi utama di negaranya”.
    Untuk setiap negara hanya diakui satu keanggotaan ISO. Anggota ini diberi hak untuk berpartisipasi dan memiliki hak suara penuh dalam komite teknis dan komite kebijakan ISO.
    Anggota – Anggota Korespondensi
    Anggota korespondensi biasanya adalah sebuah organisasi dalam sebuah negara yang belum mempunyai pengembangan menyeluruh terhadap aktivitas standar nasional. Anggota koresponden tidak ikut terlibat aktif dalam kerja pengembangan secara teknis dan pengambilan kebijakan, tetapi ditugaskan untuk memberikan informasi menyeluruh mengenai pekerjaan ISO pada negaranya.
    Anggota – Anggota Pelanggan
    Anggota pelanggan diperuntukan bagi negara – negara berekonomi rendah. Anggota pelanggan membayar pengurangan biaya keanggotaan yang tidak memungkinkan mereka memelihara hubungan dengan standar international.
    Strategi ISO
    Standarisasi international dapat digunakan dalam berbagai bidang teknologi yang berbeda seperti proses informasi dan komunikasi, pengepakan, penyaluran barang, produksi energi dan pemanfaatan, pelayanan perbankan dan keuangan, dan semakin dirasa penting untuk aktifitas di semua sektor industri.
    Alasan utamanya adalah :
    •  Perkembangan dunia menuju perdagangan bebas
    Dari sisi teknologi, kompetisi yang jujur harus berdasarkan pada kemampuan identifikasi, teridentifikasi secara jelas berdasarkan referensi umum yang dapat dikenal oleh setiap negara atau wilayah. Standar industri yang berlaku secara luas, dikenal secara international, dikembangkan dari kesepakatan di antara pelaku perdagangan, tersaji sebagai bahasa perdagangan.
    •  Keterkaitan antar sektor
    Tidak ada industri di dunia yang benar mandiri / tidak tergantung terhadap komponen- komponen, produk – produk, aturan – aturan penerapan, dan lain-lain yang telah dikembangkan di sektor lain. Produk ramah lingkungan berikut prosesnya, dan memiliki kemampuan daur ulang, atau kemasan yang mudah diuraikan, telah menjadi perhatian yang luas.
    •  Sistem komunikasi global
    Industri komputer memberi contoh – contoh teknologi yang baik yang dibutuhkan secara cepat dan progresif untuk dapat distandarisasi pada tingkat global. Kompatibilitas penuh pada system terbuka mendorong persaingan sehat di antara produsen.
    •  Standar global untuk teknologi tinggi
    Program standarisasi dalam bidang baru secara keseluruhan sekarang ini sedang dikembangkan. Kebutuhan untuk standarisasi adalah pendefinisian terminologi dan akumulasi database dari informasi kuantitatif.
    •  Negara – negara berkembang
    Agen pembangunan terus menerus memperkenalkan bahwa suatu standarisasi infrastruktur adalah syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan kebijakan ekonomi dalam rangka mencapai pembangunan yang berkesinambungan. Menciptakan infrastruktur di negara – negara berkembang adalah sangat penting untuk menaikkan niali produktivitas, persaingan pasar, dan kemampuan ekspor.
    Standar industri yang berlaku umum merupakan kondisi yang kondusif bagi sektor industri khusus karena sebagian besar produk dan jasa memiliki kesesuaian terhadap standar yang sama. Kondisi tersebut tercapai karena terjadi konsesus diantara pelaku ekonomi, sektor industri-suplier, pengguna dan pemerintah.
    Tujuan utamanya adalah penyelenggaraan perdagangan, pertukaran dan alih teknologi melalui :
    •  Peningkatan kualitas produk dan kepercayaan pada harga yang pantas;
    •  Perbaikan kesehatan, keamanan dan perlindungan lingkungan, serta pengurangan limbah ;
    •  Peningkatan kompatibilitas komponen barang dan jasa;
    •  Penyederhanaan tingkat pemakaian;
    •  Pengurangan jumlah contoh dan juga pengurangan pengeluaran;
    •  Meningkatkan efisiensi distribusi dan kemudahan dalam pemeliharaan.
    Badan yang bertanggung jawab dalam standar industri percetakan adalah Komite Teknis ISO Teknologi Grafis 130 dan secretariat badan ini berada di DIN (Institut Standarisasi Jerman) di Berlin , Jerman.

    Alternatif Baru Mencetak Buku sekala kecil

  • sanjayatrade
  • “ PRINT ON DEMAND “

    Menghapus Kutukan 3.000 Eksemplar
    Dahulu, setiap kali akan menerbitkan buku, penerbit harus mencetak paling tidak 3.000 eksemplar untuk menghemat ongkos cetak. Kini, dengan kemajuan teknologi print on demand, ongkos cetak bisa dihemat dan jumlah eksemplar bisa dipenuhi sesuai permintaan.
    Oleh UMI KULSUM
    Dengan teknologi konvensional, untuk mencetak buku dalam jumlah kecil ongkos cetak akan tetap sangat mahal karena proses percetakan ofset yang panjang menghabiskan biaya yang cukup besar. Setelah buku tercetak, persoalan yang dihadapi penerbit masih panjang, yaitu penjualan dan tentu saja gudang penyimpanan buku. Jika buku tersebut cepat terserap pasar maupun best seller , penerbit cukup mencetak ulang tanpa memikirkan penyimpanannya. Namun, kalau buku tersebut lambat penjualannya, apa lagi tidak laku, persoalan panjang membelit penerbit. Menumpuknya stok buku di gudang bisa berarti modal belum kembali atau turn over -nya lambat, ditambah lagi penerbit harus mengeluarkan biaya penyimpanan dengan resiko buku rusak, baik oleh suhu maupun serangga. Lambatnya kembali ongkos cetak hingga persoalan gudang buku adalah persoalan yang dihadapi setiap penerbit.
    Namun, kini penerbit tidak perlu lagi mengalami persoalan tersebut setelah hadirnya teknologi digital yang dikenal dengan sebutan print on demand (POD), yaitu percetakan dengan teknologi digital atau cetak tanpa pelat. Ringkasnya seperti seseorang yang mempunyai data dalam bentuk digital, kemudian dicetak begitu saja. Dengan POD, orang dapat mencetak buku sedikit mungkin, meski hanya satu buku saja, sesuatu yang mustahil dilakukan dengan percetakan ofset. Dalam percetakan ofset orang membutuhkan waktu paling tidak tiga hari untuk membuat film dan pelat cetakan buku tersebut, apalagi jika ada yang salah dengan redaksionalnya, maka harus dibuat film dan pelat yang baru. Dalam sistem POD, cukup mengedit datanya saja.
    Edhi Warsadhi, Direktur Percetakan Kanisius, menjelaskan bahwa dalam proses percetakan ofset ada banyak hal yang harus dilewati : mulai dari film, pelat cetakan, memilah hasil cetakan, merapikan halaman, melipat, menjilid, dan kontrol akhir. Sebaliknya, dengan POD, data dari file komputer langsung dicetak seperti cetak komputer biasa, dengan halaman yang sudah berurutan, berikut sampul bukunya.
    Seandainya buku hendak dicetak 1.000 eksemplar, maka jauh lebih murah menggunakan POD. Edhi mengilustrasikan dengan buku ukuran 20 x 27 cm dengan tebal 360 halaman, jika dicetak 500 eksemplar dengan ofset, maka satu buku menghabiskan biaya sekitar Rp 35.000 dan dengan POD hanya Rp 28.000. Sebaliknya, jika mencetak 2.000 eksemplar, offset lebih murah sekitar Rp 4.000 dibandingkan POD. Jika jumlah yang dicetak di atas 3.000 eksemplar, lebih efektif menggunakan ofset biasa karena selain terlalu mahal jika menggunakan POD, prosesnya juga memakan waktu lama.
    Kemudahan teknologi POD inilah yang telah digunakan oleh beberapa penerbit di Indonesia . Equinox Publishing Indonesia adalah penerbit yang diketahui turut mempelopori menerbitkan buku Indonesia dalam bahasa Inggris ini sangat menyadari pentingnya cetak cepat dalam jumlah sedikit. Itu disebabkan buku-buku yang diterbitkannya adalah buku yang penjualannya lambat tetapi isinya sangat menarik dan baik sehingga permintaan buku-buku Equinox terus berjalan meskipun sedikit. Maka, sejak dua tahun yang lalu penerbit yang memiliki kantor pusat di Singapura ini melakukan POD untuk sebagian besar buku terbitan mereka. Seperti diungkapkan oleh Manajer Editor sekaligus pemilik Equinox, Mark Hanusz, dia langsung menerbitkan bukunya dengan POD begitu teknologi ini hadir karena Mark sangat menyadari buku-buku yang diterbitkan Equinox bukanlah buku pop atau akademis yang cepat laku dipasar.
    Teknologi POD juga telah dimanfaatkan oleh penerbit Kanisius, Yogyakarta , selama dua tahun terakhir, dan diikuti oleh Gramedia Percetakan yang kini telah memiliki mesin POD sendiri.
    Mempermudah cetak ulang
    Saat ini, menerbitkan buku-buku backlist , yaitu cetak ulang yang oplahnya lambat, tidak lagi menghantui pikiran penerbit. Siti Gretiani, Manajer Produksi Nonfiksi Gramedia Pustaka Utama (GPU), mengungkapkan bahwa POD sangat membantu penerbit untuk mencetak ulang buku-buku yang lambat penjualannya tetapi masih dicari orang. Dia mencontohkan untuk buku-buku sastra yang penjualannya di bawah seratus kopi setiap bulannya cukup dicetak ulang sebanyak 500 eksemplar dan langsung dikirim ke toko buku. “Kami tidak perlu memikirkan gudang untuk penyimpanannya,” ujar Gretiani. Maka, sejak Gramedia Percetakan memiliki mesin POD sendiri, penerbit GPU menggunakan teknologi ini untuk buku-buku backlist atau buku cetak ulang.
    Mencetak dengan POD juga banyak dilakukan oleh penerbit kecil di Yogyakarta yang tidak mempu menerbitkan buku dalam jumlah besar. Selain karena biaya besar, juga resiko buku tidak laku atau lambat terserap pasar adalah persoalan serius bagi penerbit kecil. Dengan demikian, penerbit tersebut biasanya mencetak bukunya di percetakan Kanisius yang telah memiliki dua POD dan satu alat scan buku.
    Kecepatan POD juga sangat membantu penerbit untuk mempromosikan bukunya, seperti yang dilakukan penerbit LKiS yang mencetak buku dengan POD di percetakan Kanisius. LKiS berencana menerbitkan buku berjudul Dosa-dosa Pemerintahan SBY yang peleuncurannya 15 Desember. Untuk itu, LKiS segera mencetak 50 eksemplar hanya untuk acara peluncuran dan diskusi buku tersebut. Setelah itu, baru akan dicetak 2.000 eksemplar dengan offset. “Karena kami mengejar waktu, kalau ofset tidak mungkin hanya cetak sedikit , mahal ongkosnya,” ujar Ahmad Fikri, Direktur LKiS. Hal yang sama juga sering dilakukan oleh GPU. Agar buku dikenal luas dan cepat, untuk mempromosikan buku tersebut biasanya dicetak sedikit saja dengan POD. “Setelah itu kami lihat reaksi pasar. Kalau responsnya bagus, kami akan cetak banyak.” Ucap Gretiani.
    Cetak jarak jauh
    Keunggulan lain dengan POD adalah penerbit dapat melakukan cetak jarak jauh untuk mempermudah pemasaran atau menghemat ongkos pengiriman dan mempercepat sampainya buku di lokasi pembeli. Penjualan buku Equinox hanya 60 persennya saja di Indonesia , selebihnya dipasarkan di Asia , Eropa, dan Amerika. Untuk mempromosikan buku-bukunya ke seluruh dunia, menurut Mark, pengiriman fisik buku melalui kurir akan sangat merepotkan. Mark mencontohkan jika pemesan bukunya berada di Amerika, dia cukup mengirimkan format digital bukunya melalui e-mail ke percetakan POD di North Carolina, dan dengan ongkos kirim 2 dollar AS, buku itu akan sampai ke pembeli dengan cepat. Sayangnya, jika pengiriman buku dilakukan dari Indonesia , akan menghabiskan ongkos 30 dollar AS karena proses kepabeanan yang rumit. “Jika pemesan bukunya di Italia, saya cetak bukunya di Inggris,” ucap Mark. Meski Equinox memiliki kantor pusat di Singapura, percetakan dan pengiriman buku untuk pasar Singapura tetap dilakukan dari Indonesia . Ini disebabkan jarak yang cukup dekat dengan jasa kurir yang cukup mudah antara Indonesia ke Singapura.
    Sebaliknya, bagi Kanisius yang memiliki percetakan POD, justru tawaran mencetak buku impor di Indonesia sudah lama dilakukannya. Percetakan Kanisius telah menerima tawaran menerbitkan buku-buku impor dari penerbit Amerika , Australia , dan Jepang untuk dipasarkan di Asia . Selanjutnya, Edhi berharap bahwa kemudahan cetak digital akan berdampak positif pada dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Sebab, jika penerbit buku-buku akademis di Amerika dan Eropa menerbitkan buku di Indonesia untuk pasar Indonesia , harga beli buku impor akan jauh lebih murah. “ Mahasiswa kita jadi lebih antusias membeli dan membaca buku bermutu dari luar negeri,” ungkap Edhi. “Pihak percetakan enggak mungkin bohong, semuanya tertampil di mesin cetak,” ujarnya.
    Edhi pun menambahkan bahwa mencetak dengan POD mengurangi resiko kerugian atas hasil cetakan yang kurang bagus karena biasanya dengan ofset selalu ada bagian di mana tintanya kurang sempurna. “Dengan POD tidak ada buku atau kertas yang terbuang,” ungkap Edhi. Bagi pembisnis penerbitan dan percetakan, POD sangat efisien dan menguntungkan karena fasilitas ruang untuk POD lebih kecil dan tenaga kerja yang dibutuhkan pun jauh lebih sedikit dibandingkan mencetak buku dengan ofset.
    (UMI KULSUM/Litbang Kompas )

    CONTOH KUMPULAN RPP SD SMP DAN SMU

  • Kamis, 26 Agustus 2010
  • sanjayatrade
  • Label: ,
  • Perhatian: Sebelum mendownload file di bawah ini, maka penting untuk meninggalkan pesan terlebih dahulu atau tinggalkan komentarnya. terimakasih.

    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM SD KELAS 1
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM SD KELAS 2
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM SD KELAS 3
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM SD KELAS 4
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM SD KELAS 5
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM SD KELAS 6

    DOWNLOAD CONTOH RPP PPKN SD KELAS 1
    DOWNLOAD CONTOH RPP PPKN SD KELAS 2
    DOWNLOAD CONTOH RPP PPKN SD KELAS 3
    DOWNLOAD CONTOH RPP PPKN SD KELAS 4
    DOWNLOAD CONTOH RPP PPKN SD KELAS 5
    DOWNLOAD CONTOH RPP PPKN SD KELAS 6

    DOWNLOAD CONTOH RPP B.INGGRIS SD KELAS 1
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.INGGRIS SD KELAS 2
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.INGGRIS SD KELAS 3
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.INGGRIS SD KELAS 4
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.INGGRIS SD KELAS 5
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.INGGRIS SD KELAS 6

    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS SD KELAS 1
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS SD KELAS 2
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS SD KELAS 3
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS SD KELAS 4
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS SD KELAS 5
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS SD KELAS 6

    DOWNLOAD CONTOH RPP BAHASA INDONESIA SD KELAS 1
    DOWNLOAD CONTOH RPP BAHASA INDONESIA SD KELAS 2
    DOWNLOAD CONTOH RPP BAHASA INDONESIA SD KELAS 3
    DOWNLOAD CONTOH RPP BAHASA INDONESIA SD KELAS 4
    DOWNLOAD CONTOH RPP BAHASA INDONESIA SD KELAS 5
    DOWNLOAD CONTOH RPP BAHASA INDONESIA SD KELAS 6

    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA SD KELAS 1
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA SD KELAS 2
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA SD KELAS 3
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA SD KELAS 4
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA SD KELAS 5
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA SD KELAS 6

    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA SD KELAS 1
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA SD KELAS 2
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA SD KELAS 3
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA SD KELAS 4
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA SD KELAS 5
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA SD KELAS 6

    SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ( SMP )/KELAS VII - IX



    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP EKONOMI KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP EKONOMI KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP EKONOMI KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP FISIKA KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP FISIKA KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP FISIKA KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP GB.INGGRIS KELAS VII A
    DOWNLOAD CONTOH RPP GB.INGGRIS KELAS VII B
    DOWNLOAD CONTOH RPP GB.INGGRIS KELAS VIII A
    DOWNLOAD CONTOH RPP GB.INGGRIS KELAS VIII B
    DOWNLOAD CONTOH RPP GB.INGGRIS KELAS IX A
    DOWNLOAD CONTOH RPP GB.INGGRIS KELAS IX B

    DOWNLOAD CONTOH RPP GEOGRAFI KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP GEOGRAFI KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP GEOGRAFI KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP B.I KELAS VII A
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.I KELAS VII B
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.I KELAS VIII A
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.I KELAS VIII B
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.I KELAS IX A
    DOWNLOAD CONTOH RPP B.I KELAS IX B

    DOWNLOAD CONTOH RPP BIOLOGI KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP BIOLOGI KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP BIOLOGI KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPA KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP IPS KELAS IX

    DOWNLOAD CONTOH RPP KEWARGANEGARAAN KELAS VII
    DOWNLOAD CONTOH RPP KEWARGANEGARAAN KELAS VIII
    DOWNLOAD CONTOH RPP KEWARGANEGARAAN KELAS IX

    SEKOLAH MENENGAH TINGKAT ATAS ( SMA )/ KELAS X - XII

    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS X
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS XI IPA
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS XI IPS
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS XII IPA
    DOWNLOAD CONTOH RPP MATEMATIKA KELAS XII IPS

    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM KELAS X
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM KELAS XI
    DOWNLOAD CONTOH RPP AGAMA ISLAM KELAS XII

    DOWNLOAD CONTOH RPP BIOLOGI KELAS X
    DOWNLOAD CONTOH RPP BIOLOGI KELAS XI
    DOWNLOAD CONTOH RPP BIOLOGI KELAS XII

    DOWNLOAD CONTOH RPP FISIKA KELAS X
    DOWNLOAD CONTOH RPP FISIKA KELAS XI
    DOWNLOAD CONTOH RPP FISIKA KELAS XII

    DOWNLOAD CONTOH RPP KIMIA KELAS X
    DOWNLOAD CONTOH RPP KIMIA KELAS XI
    DOWNLOAD CONTOH RPP KIMIA KELAS XII

    DOWNLOAD CONTOH RPP GEOGRAFI KELAS X
    DOWNLOAD CONTOH RPP GEOGRAFI KELAS XI
    DOWNLOAD CONTOH RPP GEOGRAFI KELAS XII

    DOWNLOAD CONTOH RPP EKONOMI KELAS X
    DOWNLOAD CONTOH RPP EKONOMI KELAS XI
    DOWNLOAD CONTOH RPP EKONOMI KELAS XII

    Salam SMART dari kami

    Koleksi Bank Soal: SD, SMP, SMA dan SMK

  • sanjayatrade
  • Perhatian: Sebelum mendownload file di bawah ini, maka penting untuk meninggalkan pesan terlebih dahulu atau tinggalkan komentarnya. terimakasih
    Beriku ini link-link download yang mudah-mudahan bisa membantu anda (klik yang ada garis bawah untuk donwload).

    Bank soal yang sangat bermanfaat untuk persiapan menjelang ujian nasional. Terdiri dari materi pelajaran jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.

    Cocok bagi siswa dan orang tua untuk berlatih di rumah, juga bagi para guru sebagai bahan memperbanyak latihan soal di sekolah

    SD.
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SD TAHUN 2007


    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SD TAHUN 2007

    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SD TAHUN 2006

    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1997 A
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1997 B
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1998 A
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1998 B
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1999 A
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 1999 B
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SD TAHUN 2000

    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SD TAHUN 2007

    SMP.
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1986
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1990
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1991
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1992
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1993
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INDONESIA SMP 2007

    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1986
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1987
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1988
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1989
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1990
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1991
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1992
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1993
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL BAHASA INGGRIS SMP TAHUN 2007


    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1986
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1987
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1988
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1989
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1990
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1991
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1992
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1993
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL IPA SMP TAHUN 2007

    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1986
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1987
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1988
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1989
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1990
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1991
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1992
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1993
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL IPS SMP TAHUN 2007

    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1992
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1993
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL PPKN SMP TAHUN 2007

    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1986
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1987
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1988
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1985
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1990
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1991
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1992
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1993
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1994
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1995
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1996
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1997
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1998
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 1999
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2000
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2001
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2002
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2003
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2004
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2005
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2006
    DOWNLOAD BANK SOAL MATEMATIKA SMP 2007
    DOWNLOAD BANK SOAL RANGKUMAN MATEMATIKA SMP

    Direktori Sekolah

  • sanjayatrade

  • Perkembangan Data Pokok Pendidikan 2006 s.d. 2008
    download file


    Data Pokok Pendidikan 2008_2009
    download file


    DATA POKOK PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TAHUN 2007/2008

    Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2007/2008
    download file

    Nomor Pokok Sekolah Nasional

    Untuk melihat lebih detail data tiap sekolah silahkan klik http://npsn.diknas.go.id
    download file

    Data 04 Pokok Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2006-2007

    Data 04 Pokok Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2006-2007
    download file

    Data 03 Pokok Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2006-2007

    Data 03 Pokok Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2006-2007
    download file

    Data 02 Pokok Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2006-2007

    Data 02 Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2006 - 2007
    download file

    Data 01 Pokok Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2006-2007

    Data 01 Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2006 - 2007
    download file

    Kalender Libur Nasional 2010

  • sanjayatrade
  • 1-Jan
    Tahun Baru Masehi
    Libur Nasional
    14-Feb
    Tahun Baru Imlek 2561
    Libur Nasional
    26-Feb
    Maulid Nabi Muhammad SAW
    Libur Nasional
    16-Mar
    Nyepi Tahun Baru Saka 1932
    Libur Nasional
    2-Apr
    Wafat Yesus Kristus
    Libur Nasional
    13-Mei
    Kenaikan Yesus Kristus
    Libur Nasional
    28-Mei
    Raya Waisak 2554
    Libur Nasional
    10-Jul
    Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
    Libur Nasional
    17-Agust
    Hari Kemerdekaan RI
    Libur Nasional
    9-Sep
    Cuti Bersama Idul Fitri
    Cuti Bersama
    10-Sep
    Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
    Libur Nasional
    11-Sep
    Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
    Libur Nasional
    13-Sep
    Cuti Bersama Idul Fitri
    Cuti Bersama
    17-Nop
    Idul Adha 1431 H
    Libur Nasional
    7-Des
    Tahun Baru 1432 H
    Libur Nasional
    24-Des
    Cuti Bersama Natal
    Cuti Bersama
    25-Des
    Hari Raya Natal
    Libur Nasional

    Link Dinas Pendidikan

  • sanjayatrade
  • Urgensi Pendidikan Karakter

  • sanjayatrade
  • Prof . Suyanto Ph.D

    Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

    Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

    Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

    Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character... that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter... adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).

    Memahami Pendidikan Karakter
    Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.

    Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

    Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

    Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.

    Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.

    Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

    Dampak Pendidikan Karakter
    Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.

    Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.

    Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

    Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

    Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.

    Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.*


    Sumber : Copyright © 2009 - Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah

    Permendiknas

  • sanjayatrade
  • Permendiknas
    • Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran Yang Hak Ciptanya Dibeli Oleh Departemen Pendidikan Nasional
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 9 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Perpanjangan Batas Usia Pensiun Pegawai Negeri Sipil Yang Menduduki Jabatan Guru Besar/Profesor dan Pengangkatan Guru Besar/Profesor Emeritus
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 1 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Standar Proses Pendidikan Khusus, Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Tunadaksa dan Tunalaras
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 11 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 12 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Proses Pembelajaran
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 14 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Indikator Kinerja Kunci Di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 15 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 15 Tahun 2008 Tentang Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Tahun 2008
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 17 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 42 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Dose
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 18 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Penyaluran Tunjangan Profesi Dosen
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen Tahun 2008
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 2 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Buku
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Penetapan Inpassing Pangkat Dosen Bukan Pegawai Negeri Sipil Yang Telah Menduduki Jabatan Akademik Pada Perguruan Tinggi Yang Diselenggarakan Oleh Masyarakat Dengan Pangkat Pegawai Negeri Sipil
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas


    • Permendiknas RI Nomor 21 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Rincian Tugas Unit Kerja Di Lingkungan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2008 Tentang Rincian Tugas Unit Kerja Di Lingkungan Sekretariat Jenderal
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 23 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 23 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 4 Tahun 2008  Tentang Kalender Perhelatan Pendidikan Nasional Tahun 2008
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 25 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 26 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 27 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi  Konselor
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 28 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 28 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri  Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran
      Yang Hak Ciptanya Dibeli Oleh Departemen Pendidikan Nasional
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 29 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 29 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimum Pada Universitas Diponegoro
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 3 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B dan Program Paket C
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 30 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 30 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimum Pada Universitas Negeri Malang
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 31 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 31 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimum Pada Universitas Hasanuddin
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 32 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 32 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 33 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 33 Tahun 2008 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana
      Untuk Sekolah Dasar Luar Biasa (Sdlb), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (Smplb), Dan  Sekolah  Menengah Atas Luar Biasa (Smalb)
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 34 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 34 Tahun 2008 Tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Proses Pembelajaran
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas
    • Permendiknas RI Nomor 37 Tahun 2008
      Permendiknas RI Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Statuta Politeknik Perikanan Negeri Tual
      Sumber: Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas