Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Bahan Ajar Animasi

  • Kamis, 13 Desember 2012
  • sanjayatrade
  • Label: ,

  • Jangka Sorong 3

    Resistor Kapasitor AC 2

    Simulasi rangkaian 1

    Jangka Sorong 4

    Jangka Sorong 5

    Mikrometer Sekrup 1

    Mikrometer Sekrup 3

    Simulasi

    Gerak Rotasi Benda Tegar

    Simulasi rangkaian 2

    Ekipartisi Energi

    Transistor

    Pemuaian

    Perambatan Kalor

    Radiasi Benda Hitam

    Teori Atom Bohr

    Organisme 1

    Gaya Lorenz

    Organisme 2

    Organisme 3

    Membran Sel

    Difusi

    Osmosis

    Eksositosis

    Nukleus

    Kompetensi Teknologi Pendidikan

  • sanjayatrade
  • Label: , , ,
  • kompetensiSaya ini kuliah S1 di program studi teknologi pendidikan. Kalo lulus, kompetensinya apaan ya? Nah kalo lanjutin S2 atawa S3, kemampuan yang akan saya kuasai apa? Ini adalah pertanyaan saya sendiri ketik kuliah S1 Teknologi Pendidikan. Rupanya, ketika saya ndoseni TP di UNJ, pertanyaan serupa juga banyak dilontarkan oleh mahasiswa.
    Begini ceritanya, kawan!
    Kalao kita mengacu pada definisi teknologi pendidikan menurut AECT tahun 2004, maka teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam merancang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber belajar. Oleh karena itu, kawasan bidang garapan teknologi pendidikan adalah seperti digambarkan dalam diagram berikut:

    Jadi, seorang sarjana teknologi pendidikan dapat menjadi profesi sebagai berikut:




    • Perancang proses dan sumber relajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi perancangan sistem pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran dan karakteristik pebelajar;

    • Pengembang proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan teknologi cetak, teknologi audiovisual, teknologi berbantuan komputer dan teknologi terpadu lainnya.
    • Pemanfaat/pengguna proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pemnafaatan media pembelajaran, difusi inovasi pendidikan, implementasi dan institusionalisasi model inovasi pendidikan, serta penerapan kebijakan dan regulasi pendidikan.
    • Pengelola proses dan sumber belajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan aneka sumber belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan sistem informasi pendidikan.
    • Evaluator/peneliti proses dan sumber relajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi melakukan analisis masalah, pengukuran acuan patokan, evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan penelitian kawasan pendidikan lanilla.
    Nah, kamu mo pilih yang mana? hayooooooooo !
    Perlu diingat bahwa, mengacu pada definisi di atas dan definisi AECT tahun 2004, yang mengatakan bahwa teknologi pendidikan sebagai studi dan praktek etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menerapkan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang tepat. Kedua deifnisi tersebut telah memperjelas batasan lapangan pekerjaan teknolog pendidikan. Tujuan utama teknologi pendidikan tidak hanya memecahkan masalah belajar tapi juga meningkatkan kinerja. Definisi ini lebih memperjelas bahwa lapangan pekerjaan teknolog pendidikan cukup luas, tidak hanya terbatas di lingkungan persekolahan saja tapi lebih jauh juga meliputi lingkungan non-persekolahan seperti organisasi pada semua sektor baik pemerintah maupun swasta sejauh terkait dengan upaya pemecahan maslah peningkatan kinerja melalui proses pembelajaran (isntrcutional proceses).
    Nah pertanyaan berikutnya, kalo S1 kedalamannya dalam hal apa saja dan sejauh mana? Apa bedanya dengan S2 dan atau S3? Ini pertanyaan lain bung! Tapi, dapat dijelaskan koq.
    Prof Yusufhadi Miarso, tahun 2004 telah melakukan suatu survey dan menganalisis kompetensi teknologi pendidikan untuk jenjang S1, S2, S3 seperti digambarkan dalam diagram sebagai berikut:

    Nah, silakan lihat sendiri. Kalo Anda S1, penekanannya dimana? apakah dalam desain, pengembangan atau pemanfaatan? Begitu pula dengan S2 dan S3.
    Sebenarnya, Prof. Yusufhadi Miarso, membagi kawasan bidang garapan teknolog pendidikan menjadi enam, dimana Ia menambahkan kawasan penelitian estela kawasan evaluasi. Diagram di atas menjelaskan perbedaan kompetensi teknolog pendidikan antara strata 1 (S1), strata 2 (S2) dengan strata 3 (S3). Tampak jelas bahwa kompetensi S1, lebih ditekankan pada kawasan pemanfaatan/penggunaan. Sementara, untuk S2 lebih menekankan pada fungsi pengelolaan, penilaian dan penelitian disamping perancangan (desain) yang setingkat dibawah S3. Untuk S3, lebih memfokuskan diri pada penilaian dan penelitian disamping perancangan. Hasil survey ini telah memberikan gambaran bagi lembaga penyelenggara pendidikan porgram studi teknologi pendidikan dalam menyusun kurikulum serta kebutuhan sumber daya laninnya untuk menunjang pendidikan jenjang S1, S2 dan S3.
    —-
    Sumber:
    1. Barbara B. Seels & Rita C. Richey, Instructional Technology: the Definition and Domains of the Fields, 1994
    2.Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, 2004

    Pagelaran Wayang Orang yang Menghibur dan Mencerahkan

  • sanjayatrade
  • Label: , ,
  • Yogyakarta --- Pagelaran wayang orang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Yogyakarta, Sabtu (1/12) kemarin, mampu menghibur ratusan pengunjung yang hadir di alun-alun selatan keraton Yogyakarta. Selain menghibur, banyak informasi dan penjelasan yang disampaikan Kemdikbud kepada masyarakat Yogyakarta terkait beberapa kebijakan pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dan sejumlah pejabat Kemdikbud hadir dalam kesempatan yang baik tersebut. Bukan sekedar hadir, Mendikbud bahkan ikut tampil di panggung dengan memerankan tokoh Semar.
    Pagelaran wayang orang yang dibawakan Sanggar Kesenian Tresno Budoyo yang dipimpin seniman Yati Pesek, malam itu membawakan lakon Kresna Duta. Cerita ini berkisah tentang Kresna yang menjadi duta keluarga Pandawa untuk datang ke Astina, membahas perdamaian antara Pandawa dan Kurawa. Sejumlah bintang tamu yang selama ini akrab dengan dunia kesenian di Yogyakarta turut hadir, seperti pelawak Marwoto, Daruni, dan Susilo Nugroho yang lebih dikenal dengan Den Baguse Ngarso.
    Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Ainun Na'im selaku ketua penyelenggara kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pagelaran wayang orang di Yogyakarta ini dalam rangka melestarikan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga untuk mengomunikasikan kebijakan pembangunan pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat. "Bapak Mendikbud sangat mendukung kegiatan kebudayaan seperti wayang orang ini, bahkan sebelum Dirjen Kebudayaan bergabung dengan Kementerian Pendidikan Nasional," ujar Ainun.
    Seperti yang disampaikan Ainun Na'im, Mendikbud Mohammad Nuh sangat mendukung kegiatan kebudayaan sebagai hiburan dan dalam rangka melestarikan kebudayaan Indonesia. Sesuai tema yang diangkat yaitu "Pendidikan Karakter dan Pengembangan Kurikulum", tidak lupa Menteri Nuh menjelaskan tentang pentingnya pendidikan karakter kepada masyarakat yang hadir dalam kesempatan tersebut. Mendikbud mengatakan, bahwa seseorang itu tidak memiliki karakter ibarat hewan-hewan dalam sebuah pertunjukan sirkus. Singa yang harusnya berkarakter garang, dalam sirkus karakternya tidak seperti yang seharusnya, singa tersebut menjadi jinak. "Demikian juga anak-anak muda yang harusnya kreatif dan dinamis jika tidak mendapat pendidikan yang benar, bisa menjadi anak muda yang lemah," ujar Mendikbud.
    Pagelaran wayang orang di alun-alun selatan tersebut mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat Yogyakarta. Kursi untuk tamu undangan terisi penuh dan ratusan penonton berdiri dan duduk di rerumputan alun-alun. Bahkan beberapa penonton yang hadir, berasal dari kabupaten di sekitar Yogyakarta seperti Sleman, Bantul, dan Kulon Progo. (NW)
    Sumber: http://kemdikbud.go.id

    Dikjen Diknas Gelar Pelatihan

  • sanjayatrade
  • Label: ,
  • Ir. Nono Adya, M.T., M.M
    Bogor (Dikdas): Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Olah Vokal. Pesertanya para juara lomba menyanyi solo pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2012.
    Menurut Ir. Nono Adya, M.T., M.M., Pengarah Teknis, Pelatihan digelar sebagai bentuk tindak lanjut pembinaan terhadap siswa-siswi berprestasi di bidang olah vokal. Selama ini, ia melihat, para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) difasilitasi untuk berlaga di arena yang lebih luas berskala nasional dan internasional. Maka, alangkah lebih baik jika juara FLS2N, diawali dengan juara menyanyi solo, juga difasilitasi untuk terus mengembangkan diri dan memiliki kesempatan berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.
    Namun, tambah Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar ini, acara ini tak bertujuan agar siswa di masa mendatang harus menjadi penyanyi. Mereka, setelah mengikuti Pelatihan, boleh menjadi guru menyanyi, dosen, penyanyi, wartawan, kritikus musik, atau yang lainnya.
    “Kami memberikan pandangan-pandangan yang berkaitan dengan industri musik dan menyanyi,” ujarnya saat memberi arahan di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam 3 November 2012. Acara pengarahan dihadiri Kepala Bagian Umum Setditjen Dikdas Drs. Negus Siregar, M.Si, Kasubag Persuratan dan Kearsipan  Bagian Umum Setditjen Dikdas Drs. Awaluddin Sapa, komposer Johny William Maukar, arranger yang juga gitaris band legendaris The Rollies Oetje Frank Tekol, dan instruktur Amaroez.
    Sebagaimana tahun lalu, acara ini tak sekadar memberi pelatihan seputar olah vokal pada siswa. Setelah mengikuti pelatihan olah vokal dari sejumlah artis ibukota, mereka akan menjalani rekaman di studio. Acara puncaknya yakni ‘konser’ musik yang akan digelar pada 8 November 2012 di Balai Sarbini, Jakarta. Semua rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi Kemdikbud pada siswa-siswi berprestasi di bidang olah vokal.
    “Albumnya tidak diperjualbelikan. Tetapi dibagikan ke seluruh sekolah di Indonesia sehingga mereka tahu bahwa ternyata yang berprestasi mendapatkan penghargaan,” ujar Nono.
    Jika tahun lalu pesertanya tidak ada yang berasal dari anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), tahun ini mereka dilibatkan. Tercatat ada tiga siswa dari masing-masing jenjang pendidikan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK-LK) menjadi peserta. Sehingga ada 17 siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang mengikuti acara ini. (lihat Daftar Peserta Pelatihan)
    Selain dibuatkan album CD, penampilan peserta juga akan direkam dalam bentuk DVD. Video klipnya juga disiapkan. “Harapannya, kalian bisa tampil semaksimal mungkin dan bisa mengharumkan Indonesia di luar negeri, tak hanya daerahnya,” tegas Nono. “Tidak usah takut dan gentar. Jadilah diri sendiri, tampil percaya diri!” Nono juga berharap sekembali ke daerah mereka mentransfer pengalamannya kepada teman-teman yang lain.* (Billy Antoro)

    Video Pendidikan 6

  • sanjayatrade
  • Label:

  • Prinsip DasarPembagian

    Sifat Pertukaran Komutatif

    Sistem Gerak Pada Manusia

    Badan Usaha Milik Negara dan Swasta (BUMNS)

    confirming and canceling arrangement

    how to handle call

    making arrangement

    my computer

    camera angle

    multy camera

    Penulisan skenario

    penyutradaraan

    aplikasi presentasi

    desktop publishing

    membangun jaringan la

    membangun jaringan lan

    perangkat keras komputer

    perangkat keras komputer 1

    asuransi

    kurs mata uang asing

    oleh oleh dari bandung

    pemeriksaan sistem kemudi

    perbaikan_ac

    perbaikan_ac_1

    sistem pelumas 1