Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK

  • Rabu, 26 Januari 2011
  • sanjayatrade
  • PENILAIAN

    A. Pengertian
    Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai
    informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari
    pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program
    kegiatan belajar.

    B. Tujuan
    Tujuan Penilaian pembelajaran tematik adalah:
    1. Mengetahui percapaian indikator yang telah ditetapkan
    2. Memperoleh umpan balik bagi guru, untuk pengetahui hambatan yang terjadi dalam pembelajaran maupun efektivitas pembelajaran
    3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang perkembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa
    4. Sebagai acuan dalam menentukan rencana tindak lanjut (remedial, pengayaan, dan pemantapan).

    C. Prinsip
    1. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis, maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.
    2. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.
    3. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing-masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran.
    4. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung, misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal, membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir.
    5. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca, ejaan kata, maupun angka.

    D. Alat Penilaian
    Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Tes mencakup: tertulis, lisan, atau perbuatan,
    catatan harian perkembangan siswa, dan porto folio. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas
    awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio.
    Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku bantu.
    Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa, khususnya
    untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca, Jean, kata atau angka

    Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru:
    A. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial : Tes Lisan
     Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami
     Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan
     Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan.
    B. Bahasa Indonesia : Perbuatan
    • Kelancaran membaca
    • Melafalkan kata
    • Melagukan/intonasi
    • Cara bertanya jawab

    Tugas
    • Melengkapi kalimat
    C. Ilmu Pengetahuan Alam : Perbuatan
    • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi

    : Lisan
    • Menyebutkan cara memelihara gigi
    • Menjelaskan manfaat menggosok gigi

    E. Aspek Penilaian
    Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi
    Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut.
    Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema, melainkan sudah
    terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Indikator mata
    pelajaran.

    Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang
    terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar, yaitu: Bahasa Indonesia, Matematika,
    Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni
    Budaya dan Keterampilan, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan.

    PENUTUP
    Pedoman ini merupakan acuan minimal, sehingga sekolah dan guru dapat mengembangan
    sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing.

    0 komentar:

    Posting Komentar